Wednesday, November 7, 2007

Jadi Pengusaha atau TDA itu Wajib lho….!

Kalo menurut pendapat saya pribadi nih, jadi pengusaha itu hampir wajib hukumnya! Ga setuju? Ya…ga apa apa! Setiap orang bebas berpendapat, ya seperti saya ini yang bebas menulis apa yang saya mau diblog ini, asal ga ganggu hak2 orang, tul ga? Nah kenapa wajib jadi pengusaha? Yang pertama, dan yang menurut saya paling penting yaitu seorang pengusaha di sengaja atau tidak di sengaja, disadari atau tidak disadari. Pengusaha adalah manusia yang bermanfaat bagi lingkungannya. Misalnya pengusaha adalah orang2 kreatif dan inovatif sehingga segala kebutuhan barang dan jasa kita bisa terpenuhi. Saking kreatif dan inovatifnya pengusaha sah2 saja kalo saya sebut sebagai agent of change dimana pun dan kapan pun ia berada.

Yang kedua, dan ini juga bisa menjadi solusi masalah pengangguran di Indonesia. Para pengusaha ini bukannya mencari-cari dan memburu pekerjaan, seperti yang di lakukan para pencari kerja yang terus bertumpuk, pengusaha malah bersusah payah membuka lapangan kerja (tuh kan jangan pernah bilang pengusaha egois!). jangan pernah remehkan manfaat pengusaha yang kedua ini, sebuah Negara bisa makmur karenanya, perekonomian sebuah Negara bisa berkembang pesat karenanya, hayoh jangan di bantah!

Manfaat ketiga, pendapatan seorang pengusaha tidak terbatas!bukannya materialistis lho….! Karena menurut saya syah2 saja para pengusaha ini mendapatkan imbalan yang sepadan setelah apa yang dilakukannya untuk lingkungan bahkan Negara. Tetapi tidak menutup kemungkinan banyak juga pengusaha yang semaunya dan tidak peduli selain diri, keluarga dan golongannya. Ya…berdoa dan yakin saja kita menjadi pengusaha yang kaya raya tetapi berjiwa sosial tinggi dan sangat peduli pada lingkungan, bangsa dan Negara. Amin…coba buka mata kita lebar2, banyak sekali rumah sakit, sekolahan, panti asuhan, tempat2 ibadah yang di prakarsai oleh pengusaha. Sungguh terpuji!

Masih banyak manfaat2 menjadi pengusaha. Seperti keleluasaan waktu, keleluasaan berpikir dan bertindak. Tapi kalo diuraikan semua nanti ada mpe-mpe di campur sayur lodeh, cape deh….! Yang terakhir saya teringat tulisan mas Ippho santosa di dalam buku terbarunya 10 JURUS TERLARANG, begini katanya konon, pada suatu saat nanti di depan pintu surga, berdirilah dosen, dokter, dan ulama. Dulunya, selama di dunia si dosen telah mendidik banyak mahasiswa, si dokter telah banyak menyembuhkan orang sakit, dan si ulama telah meluruskan jalan banyak orang. Otomatis masing-masing dari mereka berebut masuk pertama ke surga karena merasa paling berjasa. Tetapi tiba-tiba datanglah seorang pengusaha. Ketiga orang tadi tanpa ada yang meminta langsung mempersilahkan si pengusaha masuk ke surga terlebih dahulu. Kata si dokter “ ini di orang yang membagun kampus kami” lalu si dokter pun berseru “ beliau juga yang membangun rumah sakit dan klinik2 kami” si ulama pun tidak mau ketinggalan untuk berseru “ beliau juga penyumbang terbesar untuk tempat2 ibadah kami” haha….

Tulisan ini saya tulis terinspirasi ketika kemarin saya pergi ke kantor POS untuk mengirimkan sample produk kaos saya. Di kantor pos tersebut banyak orang2 seumuran saya, banyak sekali malah yang sedang sibuk mengirimkan surat lamaran pekerjaan. Dan hal tersebut setelah saya tanyakan sudah surat yang kesekian kalinya. Saya sempat mengobrol dengan salah seorang pengirim surat. “mas ga ikutan test CPNS? BAPPENAS dan DEPAG lagi bukaan lho..” begitu katanya, “oh iya mas terima kasih rejeki saya sudah dari kaos ini” jawab saya. “ saya ingin jadi pengusaha, pengusaha dengan 10.000 karyawan” hati kecil saya ikut2an menjawab tapi yang tau jawaban hati saya hanya Tuhan, saya dan pembaca blog saya, hehe….AYO jadi Pengusaha, Ciptakan Lapangan kerja sebanyak mungkin untuk kita, untuk Indonesia!

Semoga bermanfaat

Wassalam
Hendra
Selengkapnya...

Monday, November 5, 2007

Apakah ini saya?

Assalamualakum wr.wb....
sebelumnya ini hanya sebuah curhatan yang sudah tidak sabar untuk membludak keluar...ya begitu deh...!

Waduh pertanyaan di atas ga perlu di jawab, apalagi sampe pusing2 mikirin...hehe...
kalimat "apakah ini saya?" selalu menjadi pertanyaan yang sampai detik ini belum terjawab oleh saya sendiri. sudah 2 minggu kalimat ini mulai mengusik saya, awalnya ketika suatu malam gelap (ya iyalah kalo terang namanya siang) saya tersadar bahwa sudah hampir setahun kurang beberapa hari saya lulus kuliah. saya mulai melihat kebelakang, mengingat apa saja yang sudah saya lakukan, perlahan saya mulai teringat mimpi dan cita2 saya ketika lulus tahun kemarin, saya masih inget betul waktu itu saya orang yang sangat bersemangat. Semangat yang waktu itu sangat mengebu-gebu, semangat yang selalu membunuh rasa malas, rasa malu, dan rasa sungkan2 saya. semangat yang selalu melahirkan ide2 kreatif, semangat yang selalu mampu membuat saya melangkah, semangat yang selalu membuat saya yakin dalam kondisi apapun. tetapi anugrah itu (semangat) sekarang tidak sehebat waktu itu. bahkan 2 minggu kemarin saya hampir kehilangan semangat saya, saya mulai merindukan "semangat saya". saya merenung, kenapa seperti ini? apakah ini saya?

Saya membanding2kan kondisi saya sekarang dengan kondisi saya waktu kuliah. saya mulai menemukan titik terang kenapa seperti ini? setelah merenung dan merenung saya merasa kondisi saya sekarang sangat berbeda, saya merasa sekarang semuanya serba mudah, mudah dalam versi saya. lalu saya merenung lebih dalam lagi, mungkin ternyata karena saya tinggal dengan ortu saya. saya mengelola bisnis yang sudah jadi, bisnis keluarga. lalu saya berpikir kondisi yang menurut versi saya serba mudah (bukan dalam arti sebenarnya) membuat diri saya lemah dan tidak ter-upgrade? kedua ortu saya sangat membantu dalam segala bidang. berbeda ketika saya jauh dengan orang tua, semuanya harus saya pikirkan sendiri, bertanggung penuh terhadap diri saya sendiri (maksudnya tanpa ada yang mengawasi). justru kondisi seperti itu yang selalu membuat saya bersemangat dan penuh dengan ide2 segar. perenungan saya tidak sampai di situ, lalu muncul kata2 di benak saya, " wah dra lo kaga bersyukur, semua kondisi ini harusnya lo syukurin!" kata2 di benak saya bener juga, harusnya saya bersyukur....? tapi benak saya yang satu nya berkata " eit tunggu dulu, bukannya ga bersyukur, gw sangat bersyukur.....tapi gw ga seperti ini, gw harus bener2 mandiri, gw harus sukses dari nol dengan jerih payah diri gw sendiri, gw anti kemapanan( bukan berarti ga mau mapan!)". bingung, bingung, bener2 bingung. seminggu kemarin saya bener2 bingung, perasaan ini mulai muncul mungkin karena kegiatan di toko sudah santai, karena pasca lebaran kondisinya seperti ini.

tetapi alhamdulillah perasaan bingung saya sekarang sudah mulai berkurang, saya menyibukan diri saya dengan belanja kebutuhan di toko, saya juga menyibukan dengan kegiatan yang sudah lama saya tinggalin, mulai terlibat lagi dengan bisnis kaos saya dan teman2. alhamdulillah dengan kesibukan itu, saya mulai bersemangat! saya mulai bersilaturahmi dengan teman2 lama, tadinya sekedar iseng, eh tapi dampaknya luar biasa lho....selain itu saya sering ngobrol dengan teman dan saudara saya irfan ( fan kita senasib ya..), kami sharing tentang kehidupan dan impian2...dan alhamdulillah dengan sharing itu kami mendapatkan pencerahan2. (wah saya baru menyadari memang master mind itu perlu banget). singkat cerita, kami berkesimpulan, kami harus merantau, supaya dapat menguji dan melihat sebenarnya siapa kami? siapa saya? dan dapat menjawab "Apakah ini saya?". tapi rasa ragu masih ada sih dikit, apakah jalan ini bener?apakah saya harus jauh lagi dengan ortu saya?karena saya cuma tinggal bertiga, ketiga ka2 saya sudah berkeluarga. kalo pendapat ortu begini, kamu udah dewasa dan tau mana yang terbaik untuk kamu, yang terpenting jadikan Ridlo Allah SWT sebagai prioritas utama, mengenai usaha kan udah mulai bisa jalan sendiri. Getoo...

nah lho...nah lho...tapi saya harus yakin, saya pasti bisa, saya pasti bisa menentukan jalan terbaik untuk saya dan keluarga. doain ya... berhubung udah maghrib ntar lagi nulisnya...sholat dulu! tapi kayanya tulisan saya diatas alurnya ga jelas ya?ahh...tapi bebas dong, ini juga udah bagus, soalnya udah lama banget ga nulis lagi di blog! okeh...okeh sukses buat kita semua. saya pasti bisa jadi pengusaha dengan 10.000 karyawan. Amin..... Selengkapnya...

Monday, September 17, 2007

MARHABAN YAA RAMADHAN

Alhamdulillah.... akhirnya saya bisa online lagi, bulan Ramadhan memang bulan yang penuh rahmat dan rezeky, tidak terkecuali toko grosir dan retail batik kami. sudah hampir satu bulan terakhir ini toko kami alhamdulillah rame trus...memasuki minggu pertama bulan suci ramadhan situasi ditoko semakin menggembirakan...alhamdulillah....

mungkin sudah terlambat, tetapi saya adalah penganut lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali...:)
kami keluarga besar EVA BATIK mengucapkan

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

SEMOGA KITA DAPAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA DENGAN IHKLAS, PENUH KESABARAN, & SEMANGAT . AMIN......

SEMOGA KITA SUKSES MENJALANI BULAN YANG PENUH RAHKMAT INI DAN KITA BISA KEMBALI FITRAH SERTA SELALU DALAM LINDUNGAN DAN RIDLO ALLAH SWT. AMIN....

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN...

WASSALAM

HENDRA Selengkapnya...

Monday, August 13, 2007

Faktor Kali....!

Siapa sih yang tidak senang ketika beraktifitas menyalurkan hobi? dijamin fun & enjoy...itulah kegiatan saya beberapa minggu ini, saya disibukan dengan hobi rolling & touring dengan klub motor thunder yang tergabung didalam Thunder Inovation Comunity Cirebon, dan ternyata kegiatan saya ini banyak sekali manfaatnya termasuk peluang bisnis tentunya...:) selain usaha retail & grosir batik saya jadi lebih dikenal (karena ternyata banyak temen2 klub yang masuk kategori target market kami) dan peluang atau AHA baru yang menggoda untuk di tindak lanjuti....Seperti kaos klub, pin klub, jacket sticker dan berbagai aksesoris dan perlengkapan lainnya. tetapi harus hati2 juga sih, jangan sampai semangat persaudaraan dirusakan oleh tujuan material, itu yang sangat2 harus dihindari.

Sisi bisnis dari komunitas motor ini memang sangat menggiurkan, peluang terbesar terlihat dari jasa bengkel dan belanja aksesoris after market motor, tidak heran jika banyak sekali bengkel2 resmi ataupun non-resmi yang berlomba2 menawarkan discount2 menarik khusus member komunita supaya bisa menjadi pilihan bagi anggota klub/komunitas, ya...bisa disebut faktor kali. nah kita pun sebagai pebisnis/pewirausaha harus pinter2 tuh nyari Faktor kali bisnis kita, apa sih faktor kali bisnis kita?

contoh2 keberhasilan faktor kali sudah sangat banyak buktinya, Jeff bezos dengan toko onlinenya, edam burger dengan franchise murahnya, pak rony dengan manetvision dan TDA. dan banyaaaaaaaak lagi. silahkan cari faktor kali yang paling cocok dengan usaha anda.

terima kasih dan semoga sukses

Wassalam

NB : Thunder mania tanggal 17,18 & 19 Agustus ada Jambore Nasional Thunder, sampai Jumpa Di Jogjakarta, entrepreneur Jogja peluang bisnis nih.....? Selengkapnya...

Tuesday, July 10, 2007

Alhamdulillah...

Alhamdulillah...itu adalah kata-kata yang sering saya ucapkan akhir2 ini, akhir-akhir ini saya mulai merubah sudut pandang saya tentang kehidupan, saya sangat terinpirasi dengan buku the secret dan ESQ power yang sudah saya baca berulang-ulang, ternyata sungguh nikmat sekali bersyukur itu. saya benar-benar baru menyadari betapa indahnya hidup saya, saya bersyukur dilahirkan oleh kedua orang tua yang penyayang dan sangat pengertian, saya bersyukur mempunyai kakak2 yang mencintai keluarga, saya bersyukur mempunyai temen dan sahabat terbaik, saya bersyukur di anugrahi pola pikir seperti ini, saya bersyukur atas semua nikmat yang Allah S.W.T anugerahkan kepada saya. alhamdulillah....

alhamdulillah....sekarang saya masih di beri kehidupan, alhamdulillah.... usaha keluarga kami sedang ramai-ramai nya, alhamdulillah....saya tidak melamar kerja setelah lulus sehingga saya bisa 100% bisa membantu usaha keluarga, setelah saya merenung ternyata rasa syukur saya tidak akan pernah habisnya, betapa bodohnya saya ketika masih sering mengeluh, betapa bodohnya saya ketika sering menyalahkan orang lain, betapa bodohnya saya ketika lupa untuk bersyukur.......alhamdulillah....

rasa bersyukur saya bertambah besar ketika minggu kemarin saya sedang melakukan perjalanan rutin ke pekalongan untuk urusan usaha kami, waktu itu didaerah brebes bus yang saya tumpangi rem-nya blong pada saat kecepatan tinggi, suasana di bus dipenuhi kepanikan dan teriakan. laju bus pun tidak terkendali, setelah pak supir banting stir kesana kemari untuk menghindari kendaraan di depannya, akhirnya bus yang saya tumpangi brRRRaaaaK......! menabrak truk gandengan. bagian depan hancur. alhamdulillah....saya duduk dibelakang, setelah bus berhenti semua penumpang panik dan berhamburan keluar termasuk saya. setelah turun saya sempat melihat bagian depan bus yang hancur, disitu kenek masih tergencet kaca dan reruntuhan bagian depan bus, orang-orang berlarian menolong. pada waktu itu saya hanya bisa berkata alhamdulillah...alhamdulillah....alhamdulillah....alhamdulillah....saya masih hidup dan banyak penumpang yang selamat. karena memang saya diburu waktu, saya langsung melanjutkan perjalanan, tetapi disela-sela kepanikan ternyata ada yang lucu juga, karena panikya saya asal naik bus tanpa melihat jurusan lagi. walhasil perjalanan saya jadi tambah lama karena jalannya memutar.tetapi alhamdulillah....

sepanjang jalan menuju ke pekalongan saya ga berani duduk di depan, karena masih trauma. sepanjang jalan itu pula ga berhenti2nya saya bersyukur......alhamdulillah....saya nasih diberi kesempatan hidup, masih diberi kesempatan untuk menjadi pengusaha sukses....:)

alhamdulillah....saya sudah cape nulisnya jadi sakieu wae heula....pesan saya teruslah bersyukur jangan pernah mengeluh, hidup ini begitu indah dan tidak pantas disesali karena anugrah Allah ada dimanapun dan kapanpun jika kita mau menyadari.alhamdulillah....

wassalam

Hendra Selengkapnya...

Tuesday, June 26, 2007

Bertukar Impian

Saya baru bertemu temen lama saya, temen satu kontrakan waktu SMA. sebenernya bukan temen lama karena kami sering bersilaturahmi lewat udara. FUUUUUNtastic setelah ngobrol sana-sini, tidak disangka ternyata mindset dan impian kami sama. pola pikir kami mengenai bisnis sama. " kami ingin menjadi pengusaha dengan ribuan karyawan" itu kesamaan impian kami. temen saya bernama Irvan Andriana, dia baru di wisuda S1 bulan maret dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, tetapi bukan itu yang membuat spesial dari Irvan, dia baru saja bangkrut dari bisnis dan bangkrut di kehidupan. rumah makannya tutup dengan menangung utang dimana2, setelah itu di juga di putusin dari pacarnya, hehe...padahal temen saya satu ini susah lakunya,haha...(sory pan) tetapi yang terberat adalah orang tuanya tidak mendukung. "pokoknya apapun itu yang berhubungan dengan bisnis ortu saya ga bakal dukung" begitu katanya. tetapi dalam keadaan terputuk pun irvan tetap irvan yang selalu senyum-senyum ga jelas, hehe....

ok, kenapa tulisan ini saya kasih judul bertukar impian? karena di obrolan2 kami waktu itu yang waktunya ngalahin orang ronda, ga habis-habisnya kami membahas impian-impian kami. Irvan ingin sekali membangun Rumah sakit gratis dan bisa membuktikan kepada orang tua dan mantan pacarnya bahwa dia pasti sukses di bisnis. sedangkan impian saya harus bisa meng Haji kan keluarga saya terutama Ortu, dan saya memiliki impian memiliki 10.000 karyawan sebelum usia 40 tahun. Nah... itulah beberapa impian2 kami...

Dalam hati saya mungkin seperti ini jika calon bilyuner saling curhat..hehe....maap bukannya sombong tetapi impian adalah sesuatu yang sangat dijaga dan di lestarikan oleh manusia seperti kami, karena impian kami punya kekuatan untuk melangkah dalam keadaan seburuk apapun, karena impian adalah sahabat terbaik kami di segala kondisi. karena impian adalah modal terbaik kami. tetapi diatas semua itu hanya satu yang menjadi tujuan akhir kami, yaitu di ridloi oleh pemberi anugerah impian, yaitu ALLAH SWT.

terakhir saya selalu ingat kata-kata ini "bermimpilah mempunyai istana setinggi langit, dan berusahalah sekeras mungkin membangun tangga-tangganya" jadi ayo bangun impianmu....GRATIS........!

wassalam

Hendra Selengkapnya...

Tuesday, June 19, 2007

Mengunjungi Kenangan

Hari Minggu, tanggal 17 juni saya pergi ke Purwokerto, tempat saya kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Sudah 6 bulan saya meninggalkan kota penuh kenangan ini. dilihat dari sisi bisnis kota di kaki gunung selamet ini selalu mengairahkan...terutama yang mentarget konsumen mahasiswa. dari mulai makanan, photo copy, penjilidan, warnet, rental komputer, game center, fashion, sampe perawatan tubuh ala mahasiswa, semuanya dijamin harga mahasiswa. alias MURAH....! ada Nasi Padang Lengkap cukup ditebus 4 ribu perak, warnet seribu lima ratus / jam, jasa Print 100 / lembar, rental komputer 700 / jam, ahhh...pokoknya di jamin murah2 deh, tapi jangan salah walaupun murah jasa dan produk ala mahasiswa ini oke2 lo...

Untuk menetapkan strategi pricing seperti ini dibutuhkan usaha & kejelian yang cukup tinggi, serta efektif dan efesien disegala bidang. Harga murah otomatis marjin keuntungan akan tipis, oleh karena itu volume transaksi pun harus tinggi alias omset harus tinggi. di sekitar kampus UNSOED sangat memungkinkan untuk terjadi volume transaksi yang tinggi, ada sekitar 25 ribu mahasiswa. dimisalkan uang saku per mahasiswa 500 ribu/ bulan, ada perputaran uang sekitar Rp 12,5 milyar rupiah/ bulan. nah... tinggal "berebut" deh para produsen dan pedagang disana. yang paling di untungkan tentunya pedagang makanan, karena mayoritas mahasiswa adalah perantau. makanya saya tidak heran ketika kemarin singgah di rumah makan padang langganan yang supermurah, kini tempatnya sudah bertambah besar + sudah buka cabang. kenapa saya sebut super murah, bayangin aja kita bisa makan dengan uang 4 ribu rupiah, terserah mau pakai lauk apa? sedangkan dengan menu yang sama di tempat saya tinggal sekarang saya biasa membayar 150 % lebih mahal.

Bisnis yang tumbuh dan berkembang di sekitar kampus ini, tidak hanya bisnis2 kelas menengah-bawah, ada juga lo restoran, hotel, atau tempat perawatan tubuh yang menyasar kalangan berduit, dan anehnya kenapa dibangun di sekitar UNSOED yang nota bene mayoritas mahasiswa dengan uang saku yang sudah diperhitungkan (pengalaman pribadi) :) . contohnya ada restoran yang harga satu menu makanan saja sama dengan uang makan saya 3 hari...tetapi itulah anomali actions, pasti pemiliknya memakai otak kanan untuk membangun restoran mahal diwilayah kampus, dan hasilnya restoran tersebut tetap jalan dan ramai dikunjungi...

oke2 Itu hanya sedikit cerita tentang UNSOED Undercover, loh ko.....:) dimana bisnis-bisnis dari sekelas kaki lima sampai Restoran mewah (menurut saya) hidup rukun berdampingan. tetapi selain dunia perbisnisan, Purwokerto memang daerah yang penuh kenangan...tempat pembelajaran menjadi dewasa, tempat dingin yang hangat karena persahabatan, tempat saya melakukan pembelajaran berbisnis, tempat sejuta kenangan....tempat yang akan selalu saya kunjungi.

terimakasih & tetap SEMANGAT

Wassalam

Hendra





Selengkapnya...

Wednesday, June 13, 2007

Kaos Entrepreneur


Ayo mantapkan jiwa entrepreneurship anda dengan memakai t-shirt "the entrepreneur way". produk yang sangat FUUUUNtastic, berkualitas dan diproduksi terbatas.
Ayo Entrepreneurkan Indonesia bersama kami.
Pemesanan SMS ke 08156996934 (hendra) atau email ke hndr.inc@gmail.com
Selengkapnya...

Thursday, June 7, 2007

Salahkah Saya?

Sudah lima bulan ini saya lulus dari sebuah perguruan tinggi negeri di purwokerto. tetapi sejak menyelesaikan gelar kesarjanaan saya, saya tidak seperti teman lainnya yang setelah lulus langsung disibukan dengan pencarian tempat kerja idaman. sedangkan saya langsung terjun di bisnis, meneruskan usaha keluarga yang kebetulan tidak ada yang mengurus setelah kakak saya menikah dan ikut suaminya. pilihan saya untuk menjadi pengusaha ini memang sudah menjadi tekad dan impian saya. walaupun usaha keluarga yang saya kelola, tetapi awalnya keluarga saya sendiri kurang setuju dengan pilihan saya ini, mereka menginginkan saya kerja di perusahaan besar atau setidaknya menjadi PNS. salahkah saya?

Bukan hanya keluarga, tetangga2 dan teman pun banyak yang menyayangkan pilihan saya ini. "ngapain kuliah kalo cuma mo dagang?"
"sayang tuh ijazah"
"buang2 uang aja kuliah"
"kalo mo jadi pengusaha harus punya modal gede"
itu beberapa kata yang sering terlontar merespon pilihan saya menjadi pengusaha. tetapi waktu terus berlalu, the show must go on...saya cuek aja dengan pendapat2 tersebut, memang dibutuhkan keteguhan hati , apalagi lingkungan saya tidak mendukung. makanya saya ikutan komunitas TDA. supaya semangat saya terus terbakar dan anti lesu. saya hanya tersenyum jika kalimat-kalimat tersebut muncul. pikir saya ini hidup saya, 2 atau 5 tahun lagi saya yang akan menanggung akibat pilihan saya sekarang. salahkah saya?

memang saya pernah memaksakan bekerja, itu karena saya menghargai kakak saya yang telah merekomendasikan saya ke sebuah perusahaan, tetapi kenyataannya hati saya menolak. akibatnya saya cuma betah kerja sehari. salahkah saya?

Selain dari segi cara berpikir saya bertentangan dengan orang-orang terdekat saya (mengenai pilihan bekerja/wiraswasta). saya adalah tipe orang yang selalu ingin bebas (sesuai norma tentunya). kebebasan ini adalah salah satu alasan kenapa saya ingin menjadi pengusaha. saya bebas mengatur waktu saya, saya bebas mempraktekan ilmu2 saya, saya bebas bereksperimen dengan ide2 saya, saya bebas berpakaian (karena pakaian favorit saya t-shirt dan jean's belel), saya bebas memilih mitra kerja saya, saya bebas melakukan apa yang ingin saya lakukan, saya bebas bermimpi, bermimpi memiliki 10.000 karyawan. pokonya saya bebas....salahkah saya?

postingan ini saya tulis karena saya merasa mulai merasakan bahwa pilihan saya tidak salah, karena saya hanya ingin berbuat sesuatu untuk selain diri saya, dan saya merasa ini jalannya. tinggal berusaha sekeras mungkin mewujudkannya. jadi salahkah saya?

ok. semoga bermanfaat
terakhir saya punya kata2 bijak yang saya lupa siapa penulisnya, "jadilah pihak yang selalu optimis dan berusahalah melihat kesempatan di setiap kegagalan, jangan bersikap pesimis yang hanya meliahat kegagalan di setiap kesempatan. hanya ketika cuaca gelaplah kita bisa meliahat bintang.

wassalam Selengkapnya...

Wednesday, May 30, 2007

Tips & Trik Bagaimana Membuka Usaha Clothing Kaos

Sebelumnya mohon maaf, tip dan trik ini hanya sekedar tulisan ringan saya, barangkali mengganggu dan kurang bermanfaat silahkan dilewatkan saja. Modal pertama jika mau membuat sebuah usaha clothing seperti produk2 dari distro di Bandung yang terkenal itu. Modalnya cuma kemauan dan semangat oh iya jangan ketinggalan jiwa entrepreneur, ga usah minder kalo ga bisa design, ga usah minder kalo ga bisa nyablon, apalagi minder karena ga bisa jahit. Kalo ga punya modal gimana? Tenang2 ga usah panik,hehe..kamu-kamu ga usah punya modal besar buat beli mesin konveksi, alat2 sablon plus mesin press nya yang harganya lumayan mahal. Ok2 kalo modal ga usah dipikirin dulu, sekarang saya coba sebutin apa2 saja yang dibutuhin buat bikin usaha ini.

  1. Pikirin IDE dasarnya dulu, ini penting banget. Kaos seperti apa yang pengen kita bikin. Tema atau Topik, Karakter dan target market yang mo di bidik (waduh kaya sniper aja maen bidik!) Kalo asal-asal kaos dijamin deh ga bakal bertahan lama dan kalah sama pemodal2 besar.
  2. Bikin Brand, ini langkah kedua harus ditempuh, untuk hal ini jangan dengerin Shakepeare, biarin dia ngomong “apalah arti sebuah merk eh nama”. Banyak untungnya produk kita ber-merk, merk membuat produk kita beda, merk membuat produk kita unik, merk membuat produk kita tidak menjadi komoditas (aduh jangan sampe deh produk kita jadi komoditas, karena nantinya kita harus bersaing disisi harga. Ujung2nya kalah deh sama pemodal raksasa). Untuk mendalami merk, saya merekomendasikan bukunya mas Ippho Santosa yang berjudul HOT BRANDING.
  3. Nah kalo udah dapet idenya, bikin TIM. Disini nih EQ (Entrepreneur quotient) kita diuji. Pertama cari yang jago design (Utamain Bisa Corel Draw dan Adobe Photoshop), Designer ini nantinya yang bikin kaos Temen2 punya kharakter sendiri, harus beda dan unik tentunya. Jadi si designer ini harus ngerti banget ide dasar yang udah temen2 tentuin di point pertama. Sebagai percobaan minta dibuatin beberapa design, mulai dari Brand, logo sampe design kaosnya.
  4. Sekarang langkah keempat, masih dibagian pembentukan TIM, cari penjahit sama toekang sablon, cari yang berpengalaman dan udah jago supaya produk kita berkualitas tinggi. Kalo udah dapet baru beli mesin jahit konveksi sama alat2 sablon. Untuk mesin jahit kaos minimalnya kita harus punya, mesin potong kain, mesin jahit high speed, mesin obras, dan mesin overdeck lebih bagus lagi punya mesin jahit rantai dan setrika uap. Nah kalo peralatan sablon antara lain mesin, Screen, Rakel, Meja sablon plus Meja pembuatan Film, hot press, Pasta, Pewarna, Obat emulsi, Obat pembersih dll…
  5. Waduh2…kalo mulai bingung kita bisa melewatkan point 4 yang sarat modal. Wuasyik berarti bisa ga modal dong, Hush…mana ada usaha ga modal sama sekali. Ga perlu pusing proses produksi plus modal produksinya. Banyak kok yang nyediain jasa makloon produksi, dari mulai jasa makloon jahit sampe jasa makloon sablon. Nah tinggal bagaimana temen2 jeli mencarinya. Hehe..
  6. tinggal sekarang nyiapin peralatan tempur, oops peralatan produk clothing temen2

  • Kain. Banyak sekali Jenis kain untuk t-shirt dari mulai Higet (biasanya untuk kaos partai), PE dan TC (Banyak mengandung bahan polister, jadi agak panas), Katun combat, Katun Kardet, Double Nit, Single Nit, Lacoste dll. Nah kalo standar kaos-kaos distro pake katun Combat (kualitas terbaik). Masalah harga tinggal tanya sama toko2 penjual kain kaos (ya iyalah..) rata-rata harga katun kombat Rp. 45.000-Rp 60.000 / kg. yang paling murah warna putih dan hitam yang paling mahal. 1 Kg bisa di buat menja di 3,2 kaos dewasa laki-laki lengan pendek, kalo panjang paling jadi 1,5 kaos. Oh iya jangan lupa beli rib, rib itu kerah buat di kaos oblong. Rib juga ada yang katun ada yang PE. Kalo mau bikin kaos berkerah (wangki) beda lagi bukan pake rib, tetapi pakenya kain kaos juga yang dibentuk kerah.

  • Label ini biasanya ada di leher kaos bagian belakang dalem, label fungsinya sebagai identitas produk kita, karena memuat logo, ukuran dan merk produk. Harganya murah Cuma Rp 700- 4000 /lusin tergantung warna, ukuran dan design, tapi jangan seneng dulu, harganya memang murah tetapi minimal pesanan harus banyak biasanya minimal 500 lusin, tergantung pabrik labelnya, ada yang minimal order Rp 700.000.

  • Tag . Tag dipakai untuk aksesoris brand kaos yang memuat info produk seperti harga, kode, ukuran, sama identitas produk atau bisa juga contact person produsen . Tag biasanya dibuat dari kertas atau plastik dengan sistem cetak atau sablon. Kalo mau dicetak harus buat banyak. Untuk memasang tag ini memakai tag gun bersama tag pin. Harga tag gun sekitar Rp 50.000 dan tag pin sekitar Rp.25.000 sudah dapet 1 kardus.

    • Kemasan. Kemasan ini sebagai pemanis dari produk bisa dibuat dari plastik, box atau kain. Lebih baik lagi pada kemasan ini terdapat identitas produk.
    • Pemasaran. Untuk permulaan, jual lewat temen-temen deket dulu, temen jauh, sodara deket sampae sodara jauh, trus jual sama orang yang ga kenal, hehe.... becanda. kalo blm punya tempat bisa di titipkan/konsinyiasi ke distro2 yang ada di sekitar tempat temen2, pola kerjasamanya tergantung kesepakatan masing-masing, biasanya dpt potongan 10 % - 20 %.

    Nah sekarang kalau sudah jadi jangan lupa kirimin saya satu, hehe…tugas terberat adalah masarin produk. Disini EQ (entrepreneur quotient) sangat dibutuhkan.

    Okeh…tip & trik nya segitu dulu…cape nulisnya, hehe…kalo masih bingung silahkan ajukan pertanyaan. Insya allah di jawab. Oh iya tip & trik ini Cuma buat pemula yang belum pernah sama sekali terjun kebisnis kaos. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

    LEARN BUSSINES, FOR BETTER LIFE

    Wassalam,

    Hendra

    sharing-sharing juga bisa via sms (08156996934), karena kalo lewat coment di blog jarang ke buka. Selengkapnya...