Thursday, December 27, 2007

Impian dan Kenyataan Tidak Ada Bedanya

Assalamualaikum Wr. Wb

Salam SMANGAT……!

Sebelumnya postingan kali ini hanya kilasan dari postingan-postingan saya sebelumnya, ya...sebagai bahan evaluasi saya pribadi di penghujung tahun ini, semoga tahun baru kita semua bisa lebih bermanfaat lagi bagi diri sendiri, keluarga, orang-orang terdekat, lingkungan, bangsa dan negara. Amin.....

Semua orang pasti pernah bermimpi, mimpi baik maupun buruk. Nah apa yang akan saya bicarakan ini ga jauh-jauh dari yang namanya mimpi, lebih tepatnya impian. Kalo mimpi itu terjadi saat kita tidak sadarkan diri, sedangkan impian adalah cita-cita, harapan atau keinginan yang bisa kita atur kapan saja dan semau kita. Percaya ga orang besar itu berawal dari impian besar yang dia miliki? untuk saat ini percaya saja apa yang katakan barusan. Sebelum saya menulis lebih jauh lagi mengenai impian, saya mau sharing pengalaman-pengalaman saya mengenai keinginan, cita-cita, impian dan kenyataan yang saya alami sendiri.

Masa depan kita berawal dari impian kita sekarang, dan kenyataan sekarang adalah hasil dari impian kita dahulu. Ya…boleh percaya boleh tidak? Tolong jangan pernah sepelekan impian, impian adalah energi positif, karena impian kita selalu punya kekuatan untuk melangkah dalam keadaan seburuk apapun. Karena impian kita selalu tersenyum ketika sedang bersedih. Karena impian adalah sahabat dan penyemangat terbaik di segala kondisi. Karena impian adalah modal termurah bahkan gratis untuk mencapai semua cita-cita kita. Oleh karena itu impian adalah sesuatu yang sangat harus kita jaga dan lestarikan keberadaanya. Tetapi di atas semua itu hanya satu hal yang menjadi mutlak adalah mencari ridlo dari sang pencipta anugrah impian, yaitu Allah SWT.

Saya punya pendapat pribadi “ ketika kita punya impian yang kuat dan yakin, maka itulah masa depan kita” jadi kalo mau tahu masa depan kita jangan deh repot-repot datang ke peramal, hehe…tinggal apa yang kita impikan dan yakini akan terjadi dengan izin-NYA maka itu yang akan terjadi. Sekali lagi ini hanya pendapat pribadi, boleh percaya boleh tidak. Oh iya saya kan janji mau sharing pengalaman pribadi. Ketika saya SMA saya ingin menjadi ahli ekonomi atau ekonom, keinginan itu begitu kuat. Dan beberapa bulan kemuadia saya diterima di PTN UNSOED Purwokerto Fakulta Ekonomi melalui SPMB. Tetapi setelah kuliah impian saya berubah, saya ingin bekerja menjadi disainer graphis. Beberapa bulan kemudian saya bener2 disibukan dengan dunia photografi dan disain graphis. Lalu sekitar tahun 2003-an saya bertemu dengan Purdie Chandra melalui seminar entrepreneurship nya. Disinilah terjadi perubahan pola pikir saya mengenai dunia kerja dan kewirausahaan. Mendadak pada saat itu saya punya impian ingin jadi pengusaha. Pengusaha apa aja yang penting sukses! Pola pikir baru ini ternyata memang cocok dengan sifat dasar saya yang selalu ingin bebas, suka hal-hal yang baru dan belum jelas, dan saya orangnya aga kreatif suka merusak yang sudah ada dan memodifikasinya. Waktu itu saya belum punya bayangan mau usaha apa? Tetapi impian untuk menjadi pengusaha begitu kuat. Sampai walaupun belum apa-apa saya selalu mempengaruhi orang untuk menjadi pengusaha karena yakinnya saya akan prospek cerah menjadi pengusaha.

Beberapa minggu emudian saya bergabung dengan Entrepreneur University, itu lho sekolah untuk jadi pengusaha bentukannya Pa Purdie. Impian saya pun makin kuat untuk segera memiliki usaha. Akhirnya saya membeli paket usaha ES KRIM dengan modal pinjaman, tetapi belum berhasil, hehe…Semangat saya masih berkobar-kobar “pokoknya harus punya usaha”. Tidak tau ide dari mana saya merasa usaha produksi kaos ga bakal ada matinya. Akhirnya saya putuskan untuk usaha produksi kaos! Padahal saya tidak tau apa-apa? Saya Cuma liatin kaos yang sudah jadi dan pikirin gimana ya bikinnya??? Dengan modal tanya sana-sini saya mulai mewujudkan impian saya. Saya mengajak 4 temen saya untuk patungan modal dan mereka setuju. Akhirnya kami ber lima belajar bagaimana memproduksi kaos. Ya itu Tanya sana-sini. Modal kami sebagian besar habis untuk trial and error . singkat cerita kami bisa memproduksi kaos dengan 4 orang karyawan dan alat produksi seadanya. Tetapi saya tidak puas sampai disitu impian-impian baru pun bermunculan. Bukan kebetulan juga pada tahun 2005 bapa saya pensiun dan ekonomi keluarga aga terganggu, impian saya pun berubah ingin punya usaha keluarga. Karena keluarga saya adalah keluarga pegawai keinginan saya pun di tentang. Cuma kakak saya yang mendukung. Mungkin impian saya menular ke kakak saya. Akhirnya kami berdua nekad dengan modal seadanya membuka usaha retail batik di sebuah Trade center yang baru di bangun di Cirebon, barang dagangan waktu itu di support saudara yang memang punya konveksi batik. Selanjutnya usaha retail batik di jalankan oleh kakak saya dan saya sendiri menjalankan usaha konveksi kaos bersama teman-teman di Purwokerto.

Karena terlalu asyik bisnis, kuliah saya pun menjadi sambilan, tetapi alhamdulillah tahun 2006 saya lulus, tetapi bukan ini yang membuat saya bangga tetapi saya bisa lebih bebas berekspresi dan mempunyai impian lebih liar lagi. Lho ko malah curhat…..??? ya itulah awal dimana saya berani memiliki impian-impian besar. Usaha konveksi kaos saya lepas dan diserahkan pada teman-teman. Lalu saya konsen untuk mengelola bisnis batik keluarga yang memang sudah tidak ada yang mengurus dan baru saja bangkrut setelah kehilangan 1 unit kios, 1 unit rumah dan 1 unit mobil. Tetapi hoby saya terhadap kaos tidak hilang begitu saja, bahkan semakin kuat ingin menjadi pengusaha sukses ber basic produk kaos. Akhirnya di samping toko retail batik saya pun mendirikan usaha kaos bersama seorang temen dengan merk toekangkawos bedanya dengan yang dulu, toekangkawos menggandeng pengrajin-pengrajin sablon dan penjahit di daerah Padasuka Bandung untuk produksi.

Setahun setelah lulus saya lebih berani untuk bermimpi. Mimpi yang besar. Karena saya merasa pengalaman telah mengajarkan saya bahwa ketika kita punya impian yang kuat dengan ijin-NYA maka akan terwujud di dunia nyata. Saya ingin jadi ekonom maka saya lolos SPMB, saya ingin jadi disainer maka saya disibukan oleh kegiatan photografi dan disain graphis, saya ingin punya usaha , maka tidak berapa lama kemudian saya punya usaha eskrim dan konveksi kaos. Saya punya impian ingin punya usaha keluarga maka tidak berapa lama kemuadia keluarga kami punya usaha retail batik padahal kami dari keluarga pegawai. Aha….semudah itukah? ya awalnya semudah itu, hanya bermodalkan impian yang kuat. GRATIS lagi…..

Saya selalu bersyukur di anugrahi pola pikir seperti ini, ya rasa syukur saya tidak pernah habisnya atas semua yang saya dapatkan. Betapa bodohnya saya ketika masih sering mengeluh, betapa bodohnya saya ketika sering menyalahkan orang lain, betapa bodohnya saya ketika selalu lupa untuk bersyukur. Hidup itu begitu indah dan tidak pantas untuk di sesali karena anugerah Allah SWT selalu ada diamanapun dan kapanpun jika kita mau menyadarinya. Ayo bersyukur dan berkarya yang maha pencipta menyediakan dunia ini untuk kita ekplorasi, teliti dan manfaatkan, tetapi di butuhkan usaha keras yang di awali impian yang kuat. Nah impian itu bagaimana pikiran kita. Jadi rubah dulu cara berpikir kita. Karena dunia hanya memantulkan apa yang kita lihat. Menggemakan apa yang kita dengar, dunia itu seluas pikiran kita, seberharga penilaian-penilaian kita, seluas mimpi-mimpi kita. Tolong jangan di bantah…!

Setelah mencapai impian-impian terdahulu bukan berarti kita berpuas diri, upgrade terus impian kita. Impian itu terlalu berharga untuk di sia-siakan. Saat ini saya mempunyai impian. Saya ingin punya 10.000 karyawan dengan kehidupan karyawan yang makmur sebelum usia saya mencapai 40 tahun. Saya juga ingin menghajikan kedua orang tua saya. Bisakah terwujud ???? yakin saja dan tentunya berusaha keras 1000 % bila di perlukan. Untuk mencapai impian tersebut saat ini saya mengelola toko retail batik dengan 1 karyawan dan puluhan pengrajin batik dan memiliki mitra pengrajin sablon kaos dan penjahit 10 orang. Tetapi saya yakin usaha batik dan kaos saya akan berkembang pesat Tetapi saya yakin sekali saya akan memiliki karyawan 10.000 orang. Maaf bukannya saya takabur tetapi inilah cara saya memacu diri. Inilah cara saya cara saya bermimpi. Berani bermimpi besar. saya yakin usaha saya bisa berkembang pesat. niat saya adalah menjadi Raja kaos di daerah saya Cirebon, lalu Jawa barat bahkan Indonesia setelah itu mengekspor produk saya. bagaimana caranya? mengutip dari buku the secret kita tidak perlu tau caranya yakin saja akan terjadi. Amin... Nah tinggal yang belum berani bermimpi, AYO bangun impianmu jangan pernah takut bermimpi apalagi takut menghadapi dunia, selalulah berpikir positif dan optimis. Sekali lagi jangan pernah takut bermimpi...! GRATIS…..!

Jangan pernah takut bermimpi karena Impian dan Kenyataan Tidak Ada Bedanya

SMANGAT….! ayo hadapai tahun baru dengan semangat baru, ide-ide baru, dan selalu berpikir positif....!

Wassalam


Hendra
Selengkapnya...

Wednesday, November 7, 2007

Jadi Pengusaha atau TDA itu Wajib lho….!

Kalo menurut pendapat saya pribadi nih, jadi pengusaha itu hampir wajib hukumnya! Ga setuju? Ya…ga apa apa! Setiap orang bebas berpendapat, ya seperti saya ini yang bebas menulis apa yang saya mau diblog ini, asal ga ganggu hak2 orang, tul ga? Nah kenapa wajib jadi pengusaha? Yang pertama, dan yang menurut saya paling penting yaitu seorang pengusaha di sengaja atau tidak di sengaja, disadari atau tidak disadari. Pengusaha adalah manusia yang bermanfaat bagi lingkungannya. Misalnya pengusaha adalah orang2 kreatif dan inovatif sehingga segala kebutuhan barang dan jasa kita bisa terpenuhi. Saking kreatif dan inovatifnya pengusaha sah2 saja kalo saya sebut sebagai agent of change dimana pun dan kapan pun ia berada.

Yang kedua, dan ini juga bisa menjadi solusi masalah pengangguran di Indonesia. Para pengusaha ini bukannya mencari-cari dan memburu pekerjaan, seperti yang di lakukan para pencari kerja yang terus bertumpuk, pengusaha malah bersusah payah membuka lapangan kerja (tuh kan jangan pernah bilang pengusaha egois!). jangan pernah remehkan manfaat pengusaha yang kedua ini, sebuah Negara bisa makmur karenanya, perekonomian sebuah Negara bisa berkembang pesat karenanya, hayoh jangan di bantah!

Manfaat ketiga, pendapatan seorang pengusaha tidak terbatas!bukannya materialistis lho….! Karena menurut saya syah2 saja para pengusaha ini mendapatkan imbalan yang sepadan setelah apa yang dilakukannya untuk lingkungan bahkan Negara. Tetapi tidak menutup kemungkinan banyak juga pengusaha yang semaunya dan tidak peduli selain diri, keluarga dan golongannya. Ya…berdoa dan yakin saja kita menjadi pengusaha yang kaya raya tetapi berjiwa sosial tinggi dan sangat peduli pada lingkungan, bangsa dan Negara. Amin…coba buka mata kita lebar2, banyak sekali rumah sakit, sekolahan, panti asuhan, tempat2 ibadah yang di prakarsai oleh pengusaha. Sungguh terpuji!

Masih banyak manfaat2 menjadi pengusaha. Seperti keleluasaan waktu, keleluasaan berpikir dan bertindak. Tapi kalo diuraikan semua nanti ada mpe-mpe di campur sayur lodeh, cape deh….! Yang terakhir saya teringat tulisan mas Ippho santosa di dalam buku terbarunya 10 JURUS TERLARANG, begini katanya konon, pada suatu saat nanti di depan pintu surga, berdirilah dosen, dokter, dan ulama. Dulunya, selama di dunia si dosen telah mendidik banyak mahasiswa, si dokter telah banyak menyembuhkan orang sakit, dan si ulama telah meluruskan jalan banyak orang. Otomatis masing-masing dari mereka berebut masuk pertama ke surga karena merasa paling berjasa. Tetapi tiba-tiba datanglah seorang pengusaha. Ketiga orang tadi tanpa ada yang meminta langsung mempersilahkan si pengusaha masuk ke surga terlebih dahulu. Kata si dokter “ ini di orang yang membagun kampus kami” lalu si dokter pun berseru “ beliau juga yang membangun rumah sakit dan klinik2 kami” si ulama pun tidak mau ketinggalan untuk berseru “ beliau juga penyumbang terbesar untuk tempat2 ibadah kami” haha….

Tulisan ini saya tulis terinspirasi ketika kemarin saya pergi ke kantor POS untuk mengirimkan sample produk kaos saya. Di kantor pos tersebut banyak orang2 seumuran saya, banyak sekali malah yang sedang sibuk mengirimkan surat lamaran pekerjaan. Dan hal tersebut setelah saya tanyakan sudah surat yang kesekian kalinya. Saya sempat mengobrol dengan salah seorang pengirim surat. “mas ga ikutan test CPNS? BAPPENAS dan DEPAG lagi bukaan lho..” begitu katanya, “oh iya mas terima kasih rejeki saya sudah dari kaos ini” jawab saya. “ saya ingin jadi pengusaha, pengusaha dengan 10.000 karyawan” hati kecil saya ikut2an menjawab tapi yang tau jawaban hati saya hanya Tuhan, saya dan pembaca blog saya, hehe….AYO jadi Pengusaha, Ciptakan Lapangan kerja sebanyak mungkin untuk kita, untuk Indonesia!

Semoga bermanfaat

Wassalam
Hendra
Selengkapnya...

Monday, November 5, 2007

Apakah ini saya?

Assalamualakum wr.wb....
sebelumnya ini hanya sebuah curhatan yang sudah tidak sabar untuk membludak keluar...ya begitu deh...!

Waduh pertanyaan di atas ga perlu di jawab, apalagi sampe pusing2 mikirin...hehe...
kalimat "apakah ini saya?" selalu menjadi pertanyaan yang sampai detik ini belum terjawab oleh saya sendiri. sudah 2 minggu kalimat ini mulai mengusik saya, awalnya ketika suatu malam gelap (ya iyalah kalo terang namanya siang) saya tersadar bahwa sudah hampir setahun kurang beberapa hari saya lulus kuliah. saya mulai melihat kebelakang, mengingat apa saja yang sudah saya lakukan, perlahan saya mulai teringat mimpi dan cita2 saya ketika lulus tahun kemarin, saya masih inget betul waktu itu saya orang yang sangat bersemangat. Semangat yang waktu itu sangat mengebu-gebu, semangat yang selalu membunuh rasa malas, rasa malu, dan rasa sungkan2 saya. semangat yang selalu melahirkan ide2 kreatif, semangat yang selalu mampu membuat saya melangkah, semangat yang selalu membuat saya yakin dalam kondisi apapun. tetapi anugrah itu (semangat) sekarang tidak sehebat waktu itu. bahkan 2 minggu kemarin saya hampir kehilangan semangat saya, saya mulai merindukan "semangat saya". saya merenung, kenapa seperti ini? apakah ini saya?

Saya membanding2kan kondisi saya sekarang dengan kondisi saya waktu kuliah. saya mulai menemukan titik terang kenapa seperti ini? setelah merenung dan merenung saya merasa kondisi saya sekarang sangat berbeda, saya merasa sekarang semuanya serba mudah, mudah dalam versi saya. lalu saya merenung lebih dalam lagi, mungkin ternyata karena saya tinggal dengan ortu saya. saya mengelola bisnis yang sudah jadi, bisnis keluarga. lalu saya berpikir kondisi yang menurut versi saya serba mudah (bukan dalam arti sebenarnya) membuat diri saya lemah dan tidak ter-upgrade? kedua ortu saya sangat membantu dalam segala bidang. berbeda ketika saya jauh dengan orang tua, semuanya harus saya pikirkan sendiri, bertanggung penuh terhadap diri saya sendiri (maksudnya tanpa ada yang mengawasi). justru kondisi seperti itu yang selalu membuat saya bersemangat dan penuh dengan ide2 segar. perenungan saya tidak sampai di situ, lalu muncul kata2 di benak saya, " wah dra lo kaga bersyukur, semua kondisi ini harusnya lo syukurin!" kata2 di benak saya bener juga, harusnya saya bersyukur....? tapi benak saya yang satu nya berkata " eit tunggu dulu, bukannya ga bersyukur, gw sangat bersyukur.....tapi gw ga seperti ini, gw harus bener2 mandiri, gw harus sukses dari nol dengan jerih payah diri gw sendiri, gw anti kemapanan( bukan berarti ga mau mapan!)". bingung, bingung, bener2 bingung. seminggu kemarin saya bener2 bingung, perasaan ini mulai muncul mungkin karena kegiatan di toko sudah santai, karena pasca lebaran kondisinya seperti ini.

tetapi alhamdulillah perasaan bingung saya sekarang sudah mulai berkurang, saya menyibukan diri saya dengan belanja kebutuhan di toko, saya juga menyibukan dengan kegiatan yang sudah lama saya tinggalin, mulai terlibat lagi dengan bisnis kaos saya dan teman2. alhamdulillah dengan kesibukan itu, saya mulai bersemangat! saya mulai bersilaturahmi dengan teman2 lama, tadinya sekedar iseng, eh tapi dampaknya luar biasa lho....selain itu saya sering ngobrol dengan teman dan saudara saya irfan ( fan kita senasib ya..), kami sharing tentang kehidupan dan impian2...dan alhamdulillah dengan sharing itu kami mendapatkan pencerahan2. (wah saya baru menyadari memang master mind itu perlu banget). singkat cerita, kami berkesimpulan, kami harus merantau, supaya dapat menguji dan melihat sebenarnya siapa kami? siapa saya? dan dapat menjawab "Apakah ini saya?". tapi rasa ragu masih ada sih dikit, apakah jalan ini bener?apakah saya harus jauh lagi dengan ortu saya?karena saya cuma tinggal bertiga, ketiga ka2 saya sudah berkeluarga. kalo pendapat ortu begini, kamu udah dewasa dan tau mana yang terbaik untuk kamu, yang terpenting jadikan Ridlo Allah SWT sebagai prioritas utama, mengenai usaha kan udah mulai bisa jalan sendiri. Getoo...

nah lho...nah lho...tapi saya harus yakin, saya pasti bisa, saya pasti bisa menentukan jalan terbaik untuk saya dan keluarga. doain ya... berhubung udah maghrib ntar lagi nulisnya...sholat dulu! tapi kayanya tulisan saya diatas alurnya ga jelas ya?ahh...tapi bebas dong, ini juga udah bagus, soalnya udah lama banget ga nulis lagi di blog! okeh...okeh sukses buat kita semua. saya pasti bisa jadi pengusaha dengan 10.000 karyawan. Amin..... Selengkapnya...

Monday, September 17, 2007

MARHABAN YAA RAMADHAN

Alhamdulillah.... akhirnya saya bisa online lagi, bulan Ramadhan memang bulan yang penuh rahmat dan rezeky, tidak terkecuali toko grosir dan retail batik kami. sudah hampir satu bulan terakhir ini toko kami alhamdulillah rame trus...memasuki minggu pertama bulan suci ramadhan situasi ditoko semakin menggembirakan...alhamdulillah....

mungkin sudah terlambat, tetapi saya adalah penganut lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali...:)
kami keluarga besar EVA BATIK mengucapkan

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

SEMOGA KITA DAPAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA DENGAN IHKLAS, PENUH KESABARAN, & SEMANGAT . AMIN......

SEMOGA KITA SUKSES MENJALANI BULAN YANG PENUH RAHKMAT INI DAN KITA BISA KEMBALI FITRAH SERTA SELALU DALAM LINDUNGAN DAN RIDLO ALLAH SWT. AMIN....

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN...

WASSALAM

HENDRA Selengkapnya...

Monday, August 13, 2007

Faktor Kali....!

Siapa sih yang tidak senang ketika beraktifitas menyalurkan hobi? dijamin fun & enjoy...itulah kegiatan saya beberapa minggu ini, saya disibukan dengan hobi rolling & touring dengan klub motor thunder yang tergabung didalam Thunder Inovation Comunity Cirebon, dan ternyata kegiatan saya ini banyak sekali manfaatnya termasuk peluang bisnis tentunya...:) selain usaha retail & grosir batik saya jadi lebih dikenal (karena ternyata banyak temen2 klub yang masuk kategori target market kami) dan peluang atau AHA baru yang menggoda untuk di tindak lanjuti....Seperti kaos klub, pin klub, jacket sticker dan berbagai aksesoris dan perlengkapan lainnya. tetapi harus hati2 juga sih, jangan sampai semangat persaudaraan dirusakan oleh tujuan material, itu yang sangat2 harus dihindari.

Sisi bisnis dari komunitas motor ini memang sangat menggiurkan, peluang terbesar terlihat dari jasa bengkel dan belanja aksesoris after market motor, tidak heran jika banyak sekali bengkel2 resmi ataupun non-resmi yang berlomba2 menawarkan discount2 menarik khusus member komunita supaya bisa menjadi pilihan bagi anggota klub/komunitas, ya...bisa disebut faktor kali. nah kita pun sebagai pebisnis/pewirausaha harus pinter2 tuh nyari Faktor kali bisnis kita, apa sih faktor kali bisnis kita?

contoh2 keberhasilan faktor kali sudah sangat banyak buktinya, Jeff bezos dengan toko onlinenya, edam burger dengan franchise murahnya, pak rony dengan manetvision dan TDA. dan banyaaaaaaaak lagi. silahkan cari faktor kali yang paling cocok dengan usaha anda.

terima kasih dan semoga sukses

Wassalam

NB : Thunder mania tanggal 17,18 & 19 Agustus ada Jambore Nasional Thunder, sampai Jumpa Di Jogjakarta, entrepreneur Jogja peluang bisnis nih.....? Selengkapnya...

Tuesday, July 10, 2007

Alhamdulillah...

Alhamdulillah...itu adalah kata-kata yang sering saya ucapkan akhir2 ini, akhir-akhir ini saya mulai merubah sudut pandang saya tentang kehidupan, saya sangat terinpirasi dengan buku the secret dan ESQ power yang sudah saya baca berulang-ulang, ternyata sungguh nikmat sekali bersyukur itu. saya benar-benar baru menyadari betapa indahnya hidup saya, saya bersyukur dilahirkan oleh kedua orang tua yang penyayang dan sangat pengertian, saya bersyukur mempunyai kakak2 yang mencintai keluarga, saya bersyukur mempunyai temen dan sahabat terbaik, saya bersyukur di anugrahi pola pikir seperti ini, saya bersyukur atas semua nikmat yang Allah S.W.T anugerahkan kepada saya. alhamdulillah....

alhamdulillah....sekarang saya masih di beri kehidupan, alhamdulillah.... usaha keluarga kami sedang ramai-ramai nya, alhamdulillah....saya tidak melamar kerja setelah lulus sehingga saya bisa 100% bisa membantu usaha keluarga, setelah saya merenung ternyata rasa syukur saya tidak akan pernah habisnya, betapa bodohnya saya ketika masih sering mengeluh, betapa bodohnya saya ketika sering menyalahkan orang lain, betapa bodohnya saya ketika lupa untuk bersyukur.......alhamdulillah....

rasa bersyukur saya bertambah besar ketika minggu kemarin saya sedang melakukan perjalanan rutin ke pekalongan untuk urusan usaha kami, waktu itu didaerah brebes bus yang saya tumpangi rem-nya blong pada saat kecepatan tinggi, suasana di bus dipenuhi kepanikan dan teriakan. laju bus pun tidak terkendali, setelah pak supir banting stir kesana kemari untuk menghindari kendaraan di depannya, akhirnya bus yang saya tumpangi brRRRaaaaK......! menabrak truk gandengan. bagian depan hancur. alhamdulillah....saya duduk dibelakang, setelah bus berhenti semua penumpang panik dan berhamburan keluar termasuk saya. setelah turun saya sempat melihat bagian depan bus yang hancur, disitu kenek masih tergencet kaca dan reruntuhan bagian depan bus, orang-orang berlarian menolong. pada waktu itu saya hanya bisa berkata alhamdulillah...alhamdulillah....alhamdulillah....alhamdulillah....saya masih hidup dan banyak penumpang yang selamat. karena memang saya diburu waktu, saya langsung melanjutkan perjalanan, tetapi disela-sela kepanikan ternyata ada yang lucu juga, karena panikya saya asal naik bus tanpa melihat jurusan lagi. walhasil perjalanan saya jadi tambah lama karena jalannya memutar.tetapi alhamdulillah....

sepanjang jalan menuju ke pekalongan saya ga berani duduk di depan, karena masih trauma. sepanjang jalan itu pula ga berhenti2nya saya bersyukur......alhamdulillah....saya nasih diberi kesempatan hidup, masih diberi kesempatan untuk menjadi pengusaha sukses....:)

alhamdulillah....saya sudah cape nulisnya jadi sakieu wae heula....pesan saya teruslah bersyukur jangan pernah mengeluh, hidup ini begitu indah dan tidak pantas disesali karena anugrah Allah ada dimanapun dan kapanpun jika kita mau menyadari.alhamdulillah....

wassalam

Hendra Selengkapnya...

Tuesday, June 26, 2007

Bertukar Impian

Saya baru bertemu temen lama saya, temen satu kontrakan waktu SMA. sebenernya bukan temen lama karena kami sering bersilaturahmi lewat udara. FUUUUUNtastic setelah ngobrol sana-sini, tidak disangka ternyata mindset dan impian kami sama. pola pikir kami mengenai bisnis sama. " kami ingin menjadi pengusaha dengan ribuan karyawan" itu kesamaan impian kami. temen saya bernama Irvan Andriana, dia baru di wisuda S1 bulan maret dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, tetapi bukan itu yang membuat spesial dari Irvan, dia baru saja bangkrut dari bisnis dan bangkrut di kehidupan. rumah makannya tutup dengan menangung utang dimana2, setelah itu di juga di putusin dari pacarnya, hehe...padahal temen saya satu ini susah lakunya,haha...(sory pan) tetapi yang terberat adalah orang tuanya tidak mendukung. "pokoknya apapun itu yang berhubungan dengan bisnis ortu saya ga bakal dukung" begitu katanya. tetapi dalam keadaan terputuk pun irvan tetap irvan yang selalu senyum-senyum ga jelas, hehe....

ok, kenapa tulisan ini saya kasih judul bertukar impian? karena di obrolan2 kami waktu itu yang waktunya ngalahin orang ronda, ga habis-habisnya kami membahas impian-impian kami. Irvan ingin sekali membangun Rumah sakit gratis dan bisa membuktikan kepada orang tua dan mantan pacarnya bahwa dia pasti sukses di bisnis. sedangkan impian saya harus bisa meng Haji kan keluarga saya terutama Ortu, dan saya memiliki impian memiliki 10.000 karyawan sebelum usia 40 tahun. Nah... itulah beberapa impian2 kami...

Dalam hati saya mungkin seperti ini jika calon bilyuner saling curhat..hehe....maap bukannya sombong tetapi impian adalah sesuatu yang sangat dijaga dan di lestarikan oleh manusia seperti kami, karena impian kami punya kekuatan untuk melangkah dalam keadaan seburuk apapun, karena impian adalah sahabat terbaik kami di segala kondisi. karena impian adalah modal terbaik kami. tetapi diatas semua itu hanya satu yang menjadi tujuan akhir kami, yaitu di ridloi oleh pemberi anugerah impian, yaitu ALLAH SWT.

terakhir saya selalu ingat kata-kata ini "bermimpilah mempunyai istana setinggi langit, dan berusahalah sekeras mungkin membangun tangga-tangganya" jadi ayo bangun impianmu....GRATIS........!

wassalam

Hendra Selengkapnya...

Tuesday, June 19, 2007

Mengunjungi Kenangan

Hari Minggu, tanggal 17 juni saya pergi ke Purwokerto, tempat saya kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Sudah 6 bulan saya meninggalkan kota penuh kenangan ini. dilihat dari sisi bisnis kota di kaki gunung selamet ini selalu mengairahkan...terutama yang mentarget konsumen mahasiswa. dari mulai makanan, photo copy, penjilidan, warnet, rental komputer, game center, fashion, sampe perawatan tubuh ala mahasiswa, semuanya dijamin harga mahasiswa. alias MURAH....! ada Nasi Padang Lengkap cukup ditebus 4 ribu perak, warnet seribu lima ratus / jam, jasa Print 100 / lembar, rental komputer 700 / jam, ahhh...pokoknya di jamin murah2 deh, tapi jangan salah walaupun murah jasa dan produk ala mahasiswa ini oke2 lo...

Untuk menetapkan strategi pricing seperti ini dibutuhkan usaha & kejelian yang cukup tinggi, serta efektif dan efesien disegala bidang. Harga murah otomatis marjin keuntungan akan tipis, oleh karena itu volume transaksi pun harus tinggi alias omset harus tinggi. di sekitar kampus UNSOED sangat memungkinkan untuk terjadi volume transaksi yang tinggi, ada sekitar 25 ribu mahasiswa. dimisalkan uang saku per mahasiswa 500 ribu/ bulan, ada perputaran uang sekitar Rp 12,5 milyar rupiah/ bulan. nah... tinggal "berebut" deh para produsen dan pedagang disana. yang paling di untungkan tentunya pedagang makanan, karena mayoritas mahasiswa adalah perantau. makanya saya tidak heran ketika kemarin singgah di rumah makan padang langganan yang supermurah, kini tempatnya sudah bertambah besar + sudah buka cabang. kenapa saya sebut super murah, bayangin aja kita bisa makan dengan uang 4 ribu rupiah, terserah mau pakai lauk apa? sedangkan dengan menu yang sama di tempat saya tinggal sekarang saya biasa membayar 150 % lebih mahal.

Bisnis yang tumbuh dan berkembang di sekitar kampus ini, tidak hanya bisnis2 kelas menengah-bawah, ada juga lo restoran, hotel, atau tempat perawatan tubuh yang menyasar kalangan berduit, dan anehnya kenapa dibangun di sekitar UNSOED yang nota bene mayoritas mahasiswa dengan uang saku yang sudah diperhitungkan (pengalaman pribadi) :) . contohnya ada restoran yang harga satu menu makanan saja sama dengan uang makan saya 3 hari...tetapi itulah anomali actions, pasti pemiliknya memakai otak kanan untuk membangun restoran mahal diwilayah kampus, dan hasilnya restoran tersebut tetap jalan dan ramai dikunjungi...

oke2 Itu hanya sedikit cerita tentang UNSOED Undercover, loh ko.....:) dimana bisnis-bisnis dari sekelas kaki lima sampai Restoran mewah (menurut saya) hidup rukun berdampingan. tetapi selain dunia perbisnisan, Purwokerto memang daerah yang penuh kenangan...tempat pembelajaran menjadi dewasa, tempat dingin yang hangat karena persahabatan, tempat saya melakukan pembelajaran berbisnis, tempat sejuta kenangan....tempat yang akan selalu saya kunjungi.

terimakasih & tetap SEMANGAT

Wassalam

Hendra





Selengkapnya...

Wednesday, June 13, 2007

Kaos Entrepreneur


Ayo mantapkan jiwa entrepreneurship anda dengan memakai t-shirt "the entrepreneur way". produk yang sangat FUUUUNtastic, berkualitas dan diproduksi terbatas.
Ayo Entrepreneurkan Indonesia bersama kami.
Pemesanan SMS ke 08156996934 (hendra) atau email ke hndr.inc@gmail.com
Selengkapnya...

Thursday, June 7, 2007

Salahkah Saya?

Sudah lima bulan ini saya lulus dari sebuah perguruan tinggi negeri di purwokerto. tetapi sejak menyelesaikan gelar kesarjanaan saya, saya tidak seperti teman lainnya yang setelah lulus langsung disibukan dengan pencarian tempat kerja idaman. sedangkan saya langsung terjun di bisnis, meneruskan usaha keluarga yang kebetulan tidak ada yang mengurus setelah kakak saya menikah dan ikut suaminya. pilihan saya untuk menjadi pengusaha ini memang sudah menjadi tekad dan impian saya. walaupun usaha keluarga yang saya kelola, tetapi awalnya keluarga saya sendiri kurang setuju dengan pilihan saya ini, mereka menginginkan saya kerja di perusahaan besar atau setidaknya menjadi PNS. salahkah saya?

Bukan hanya keluarga, tetangga2 dan teman pun banyak yang menyayangkan pilihan saya ini. "ngapain kuliah kalo cuma mo dagang?"
"sayang tuh ijazah"
"buang2 uang aja kuliah"
"kalo mo jadi pengusaha harus punya modal gede"
itu beberapa kata yang sering terlontar merespon pilihan saya menjadi pengusaha. tetapi waktu terus berlalu, the show must go on...saya cuek aja dengan pendapat2 tersebut, memang dibutuhkan keteguhan hati , apalagi lingkungan saya tidak mendukung. makanya saya ikutan komunitas TDA. supaya semangat saya terus terbakar dan anti lesu. saya hanya tersenyum jika kalimat-kalimat tersebut muncul. pikir saya ini hidup saya, 2 atau 5 tahun lagi saya yang akan menanggung akibat pilihan saya sekarang. salahkah saya?

memang saya pernah memaksakan bekerja, itu karena saya menghargai kakak saya yang telah merekomendasikan saya ke sebuah perusahaan, tetapi kenyataannya hati saya menolak. akibatnya saya cuma betah kerja sehari. salahkah saya?

Selain dari segi cara berpikir saya bertentangan dengan orang-orang terdekat saya (mengenai pilihan bekerja/wiraswasta). saya adalah tipe orang yang selalu ingin bebas (sesuai norma tentunya). kebebasan ini adalah salah satu alasan kenapa saya ingin menjadi pengusaha. saya bebas mengatur waktu saya, saya bebas mempraktekan ilmu2 saya, saya bebas bereksperimen dengan ide2 saya, saya bebas berpakaian (karena pakaian favorit saya t-shirt dan jean's belel), saya bebas memilih mitra kerja saya, saya bebas melakukan apa yang ingin saya lakukan, saya bebas bermimpi, bermimpi memiliki 10.000 karyawan. pokonya saya bebas....salahkah saya?

postingan ini saya tulis karena saya merasa mulai merasakan bahwa pilihan saya tidak salah, karena saya hanya ingin berbuat sesuatu untuk selain diri saya, dan saya merasa ini jalannya. tinggal berusaha sekeras mungkin mewujudkannya. jadi salahkah saya?

ok. semoga bermanfaat
terakhir saya punya kata2 bijak yang saya lupa siapa penulisnya, "jadilah pihak yang selalu optimis dan berusahalah melihat kesempatan di setiap kegagalan, jangan bersikap pesimis yang hanya meliahat kegagalan di setiap kesempatan. hanya ketika cuaca gelaplah kita bisa meliahat bintang.

wassalam Selengkapnya...